Blogger Widgets

Lain-lain

  • Autumn Deep Forest
  • By Aank Amar : Pantai Cilacap menyuguhkan berbagai keindahan Alam
  • By Aank Amar : Puncak Gunung Darajat yang mempesona akan pemandangannya. Berada di kota Garut, puncak darajat ini sering dikunjungi berbagai wisatawan lokal maupun domestik
  • By Aank Amar : Sunset di Pantai Garut Selatan

Rabu, 13 Februari 2013

Sedikit Harta Untuk Sang Fakir

0 komentar

Siang kemarin panas terik matahari membuat sekujur tubuh dilumuri oleh keringat. Tenggorokan kering, yang di inginkan hanyalah seteguk minuman dingin segar. Seorang fakir yang kedua kakinya tak utuh lagi duduk di persimpangan jalan Soekarno Hatta-Buah Batu, dengan menjulurkan tangan kepada para pengendara berharap akan ada yang mengasihinya.
Itulah fenomena yang saya lihat ketika melewati jalan tersebut. Terik panas matahari yang berada tepat dikepala tak membuatnya menyerah hanya untuk recehan uang demi mengisi perut kosongnyadan menyegarkan tenggorokan keringnya. Tak pelak perasaan iba datang menghampiri ketika melihat keadaan ia yang seperti itu. Tak lama pengendara lain yang sedang menunggu lampu lalu lintas memberikan selembar uang kertas. Dilihat dari raut muka pengemis tersebut, adanya secercah harapan untuk sekedar menyegarkan tenggorokannya.
Indonesia kaya akan sumber daya alam di berbagai pelosok, mulai dari sabang hingga merauke. Banyak kandungan alamnya yang bisa di manfaatkan dan di jadikan lembar rupiah. Di samping itu banyaknya sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan menjadikan manusia agar lebih cerdas dalam mengelola kekayaan alam Indonesia.
            Namun ironisnya di balik kekayaan alam yang melimpah itu, masih banyak penduduk yang tidak bisa ikut menikmati hasilnya. Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga memunculkan banyak masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Menurut Badan Pusat Statistika, penduduk indonesia mencapai 235.556.363 jiwa. Sensus yang dilakukan 2010 silam menyatakan masih banyak kemiskinan yang terjadi di Negara kita ini.
            Terbelakang akan pendidikan, minimnya aspek kesehatan, sempitnya lowongan pekerjaan dan banyak lagi masalah-masalah yang membuat kondisi penduduk Indonesia semakin terjepit dan terhimpit akan kemiskinan.
30.018.930 atau 12.49% dari penduduk Indonesia mengalami kemiskinan. Ironis sekali keadaan penduduk kita dibawah tekanan dan penderitaan atas kandungan mineral yang melimpah. Hanya untuk sesuap nasi pun mereka para wong cilik harus membanting tulang dan berburu uang agar tetap bisa menjalani kehidupan.
Para pengemis, kaum, miskin, fakir inilah yang menjadi tugas semua pihak tak hanya Negara untuk lebih membuka tangan agar orang-orang seperti mereka bisa terpelihara dan berkehidupan lebih layak.
Di lain tempat siang kemarin sekitar kawasan Manisi-Cibiru terlihat lagi sosok pengemis dengan raut muka yang memprihatinkan dan berbicara gagu, tebata-bata. Laki-laki paruh baya tersebut menghampiri para pengunjung yang sedang menikmati makanan di salah satu warung bakso di daerah tersebut.
Dengan bicara terbata-bata, pengemis tersebut memberikan simbol dengan mengulurkan tangannya dan memasukan tangan ke dalam mulut yang berarti ia meminta makan. Perasaan iba pun menghampiri pengunjung yang sedang menyantap hidangan bakso. Tak tahan melihat keadaan lelaki tersebut, salah satu pengunjung menghampirinya dan memberikan uang.
Banyaknya para peminta bukan menjadi faktor penghambat dalam kemajuan Negara kita ini, melainkan salah satu bentuk bagaimana kita bisa saling menghargai dan menolong kepada sesama.
Hal itu tercermin pada pembukaan undang-undang dasar (UUD) bahwa kaum miskin, yatim piatu dipelihara oleh negara. Akan tetapi tidak hanya Negara yang harus mengurusi hal seperti diatas. Melainkan kewajiban semua masyarakat Indonesia untuk lebih peduli kepada sesama terutama kepada kaum miskin.
Kepedulian antar sesama menjadi salah satu tolak ukur kemajuan dalam memberdayakan sumber manusia. Memberikan selembar uang atau recehan tidak akan membuat seseorang itu menjadi jatuh miskin. Maka dari itu apa salahnya mengamalkan sedikit harta kita untuk kaum miskin yang hanya mencari bagiannya dari harta orang lain.***







 

***Amarulloh Hadiyono / Jurnalistik A/IV

Filsafat Islam

0 komentar

Filsafat → Berfikir mendalam, rasio, radikal
Berasal dari dua suku kata philo (cinta) shofis (kebijaksanaan). Filsafat → Cinta akan kebijaksanaan.
A.     Ciri khas filsafat :
v  Berfikir mendalam, berfikir radikal (berfikir sampai ke akar)|
v  Berfikir sistematis (Teratur)
v  Berfikir apa yang nampak, teraba, terasa
v  Universal (menyeluruh)
v  Spekulatif
ÄBisa iya
ÄBisa tidak
ÄBisa tidak mutlak
Indrawi memiliki keterbatasan, sementara akal kita tidak terbatas. Yang membatasi itu adalah diri kita sendiri.
                                   |                    |                |
                                                            A        batas         B
“aku berfikir, maka aku ada” → Scribo ergo sum. Dalam filsafat alam, semua yang kita anggap ada karena memiliki persepsi. Contoh : Tuhan itu Maha Mendengar, berarti Tuhan itu punya telinga. Berarti Tuhan itu kita dan Tuhan itu tidak ada hanya pikiran kita sendiri.
B.     Sejarah Filsafat

Ü  Pemikiran diawali sejak manusia ada, sejak manusia diciptakan. Namun manusia berfikir apa adanya. Contoh : daun jatuh karena angin, grafitasi → membuat manusia berfikir sampai yang aneh-aneh sehingga muncul mitos (mitologi).
Ü  Mitos → awal pemikiran manusia begitupun dengan penciptaan alam
Beberapa pendapat tentang penciptaan alam :
                     Ä Alam berasal dari air
                     Ä Alam berasal dari tanah
                     Ä Alam berasal dari api
                     Ä Alam berasal dari udara
 
 

                                                                         Sophis                                               Socrates
       Mitologi        →       Alam             →        Dialektis        →      Filsafat → Pusat kebenaran Manusia

Ü  Bangsa Sophis → Kebenaran, segala sesuatunya berasal dari kekuatan berfikir. Asal kebenaran itu dari mana ? Kebenaran manusia : secara argumentasi atau logika kita benar maka itu adalah kebenaran.
                       9  Kekuatan dari Dialektis
      Filafat pada abad ke tiga sebelum masehi disebut filsafat klasik. Para filosof ini yakni : Socrates, Plato dan Aristoteles (para filosof terkenal).
    Socrates, Plato, Aristoteles                           →              Pertengahan abad ke Tiga
                                    
   Abad ke Tiga (Filsafat Klasik) →   Zaman Isa Almasih   →   Zaman Scolastif (Plotinus)  →   St Agustinus

Ü  Socrates : Kebenaran bukan milik kita melainkan kita bagian dari kebenaran
                         9              Lahirlah Filsafat (philo dan sophos). Philo : cinta, Sophos : kebijaksanaan. Kebenaran bukan hanya dari logika, maka dari itu harus mencari kebenaran. Setiap orang memiliki versi kebenaran masing-masing, namun ada sesuatu yang lebih benar (kebenaran universal).
Contoh :                                          2 + 2 = 4 
                                                       1 + 3 = 4              
                                                       6 – 2 = 4     Bilangan 4 merupakan kebenaran Universal
                                                     10 – 6 = 4                       Bilangan kebenaran Partikular
                                                                          
Jadi kebenaran menurut Socrates ada yang Universal dan ada juga yang Partikular. Berdasarkan pada moral Universal → Rasional (sebagai alatnya).
Ü  Plato (Abad 4-5 SM)
     Plato merupakan murid Socrates yang setia. Plato mempunyai pemikiran-pemikiran yang lebih idealis seperti berikut :
Ø  Aliran ide/idealisme
Ø  Kebahagiaan → menurut Plato, semuanya tidak ada yang kekal, semuanya bergerak. Yang tetap dan kekal adalah alam IDE
               9  Pemikiran alam ide = diamond
Ø  Moral Tinggi : ada sesuatu yang agung di dunia ini yaitu alam ide
Ü  Aristoteles
          Aristoteles adalah murid Plato. Pemikiran filsafat → Rasional. Konsep pemikiran berasal dari materi yang bersifat nyata yang berkumpul diotak dan menuju alam ide. Disebut juga ilmu realistis.
        Ä Aristoteles sebagai bapak Logika
        Ä Pemikiran yang real
Contoh : A = B                               Semua orang bakal mati
               B = C             atau           Socrates adalah orang
               C = A                              Socrates bakal mati
Ü  Plotinus : “Alam diciptakan dari cahaya, cahaya itu berasal dari cahaya Tuhan”.
           Ä Teori Pancaran (EMANASI)
                  Ä Beraliran Gnostik (lawan dari Agnostik)
   Ä Neo Platonis
                  Ä Filsafat Scolastik → Konsep ketuhanan
Ü  St. Agustinus
           Ä Pengokohan agama katolik dengan filsafat Filsafat Kristen → Campur adukan antara wahyu dengan filsafat)
         Ä Tuhan → sebagai The One
                 ↓
             Yesus → sebagai The Nooze
                 ↓
             Alam → sebagai The Soul (Alam Real)

C.     Perkembangan Filsafat dan Para Filosof Islam

Ü  Perkembangan :
Yunani→Romawi→Mesir (Iskandaria)→Suria→Persia→Bagdad
Ü  Al Kindi (Filosof Islam partama)
       9  Al Falsafah
       9  Penerjemah pertama filsafat yunani ke filsafat arab (bahasa arab)
       9  Akal 1-4
       9  Tuhan itu in materi, hasil dari pancaran cahaya itulah yang menjadi materi.
Penerus Al Kindi :
Ü  Ar Razi (Persia)
       9  Setiap manusia memiliki pancaran cahaya di dalam dirinya
       9  Tidak adanya Nabi
Ü  Al Farabi (Persia)
       9  Sistematis
       9  Akal 1-6
Ü  Ibnu Sina (Avicenna)
       9  Pemikiran → Pengetahuan tak terbatas
       9  Akal 1-10
       9  Pemikiran Ibnu Sina merupakan gabungan dari Plato dan Aristoteles
       9  Tuhan tidak tergantung pada objek
Ü  Ghazali
       9  Waktu adalah ciptaan Tuhan juga, berarti Tuhan yang lebih dahulu daripada alam
       9  Terjadinya kekacauan para Filosof (Tahafut al Falasifah)
Ü  Ibnu Rusyd (Averoese)
       9  Aliran filsafatnya → Tahafut al Falasifah
       9  Pengikut Ibnu Sina
Filsafat Modern (Post Modern) :
Ü  Penemu pikiran :
-          Rene Descrates → Cogiro ergo sum (Rasio/Rasonalisme)→Bapak Filsafat Modern (Prancis)
-          Pemikiran menjadi berubah total, karena berangkat dari keraguan
Lawan dari rasionalisme adalah empirisme :
Ü  Sam Lock – David Hun → Empirisme (Inggris)
-          Pemikiran lebih kepada hubungan sosial, bukan antara dosa atau pahala melainkan baik dan salah
-          Real (Nyata)
-          Pembuktian dahulu baru berfikir
Ü  Agust Comte → Positivisme (Inggris)
-          Segala sesuatu harus terukur
-          Adanya bukti
-          Apa yang nampak saja
-          Merupakan aliran yang tidak mempunyai akar nilai
Ü  Frank Furd (Jerman, Rusia)
-          Kontra terhadap aliran positivism
-          Immanuel Kant → Manusia bertindak pada dorongan moral

Positivisme        → Kapitalisme →Individualisme
                          → Liberalis 
                              → Melahirkan Metode Ilmiah
Ciri khas metode ilmiah yang dibangun positivisme :
 œ   Logico → Ada asap , Ada api
 œ   Hipoteico → Kebakaran ??
 œ   Verifikasi → Pembuktian benar atau salah

Frank Furd      → Sosialisme →Komunisme


Text Message

 

My Self. Copyright 2013. All Rights Reserved. Revolution Theme-Template. Modified by aankamar